Sabtu, 15 Januari 2011

Senam Bagi Anak Usia Dini

Seluruh siswa TK Namira mengadakan senam ceria di halaman depan sekolah namira, menurut pantauan saya kegiatan ini berjalan sejak berdirinya sekolah ini, yaitu sekitar 13 tahun yang lalu. akan tetapi sejak bergabungnya Mis Nining sebagai guru profesional di bidang seni tari kegiatan ini semakin baik dan berkualitas. sebagaimana diketahui bahwa TK Namira sampai saat ini sering tampil sebagai juara dalam even-even yang diadakan baik oleh pemerintah maupun swasta.
di samping itu Senam Ceria sangat penting dikenalkan kepada anak sejak usia dini, yaitu untuk memberikan pemahaman kepada mereka akan pentingnya hidup sehat.

Jumat, 14 Januari 2011

Uang vs Kejujuran di Lembaga Pendidikan

Saya teringat dengan ungkapan yang mengatakan bahwa " Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana". oleh karena itu bagi siapapun, suku apapun, agama apa pun dan negara mana pun mengakui pentingnya kejujuran itu. begitu banyak ungkapan atau pribahasa serta ayat al-qur'an dan Hadis yang mengungkapkan posisi kejujuran dalam kehidupan. akan tetapi akhir-akhir ini kejujuran sudah menjadi barang yang langka untuk kita jumpai.
Salah satu yang diyakini mampu membentuk manusia-manusia yang jujur adalah Lembaga Pendidikan (sekolah). akan tetapi bagaimana kalau lembaga pendidikan juga sudah mulai tidak jujur...?? masih mampukah dia menghasilkan manusia-manusia yang jujur?. nah inilah masalah yang sedang melanda dunia pendidikan kita saat ini.
Lembaga Pendidikan (sekolah) paling sering tidak jujur bila itu berkaitan dengan uang. contoh sederhananya program sertifikasi, pengurusan dana insentif yang bertujuan akan mendapatkan pendapatan yang lebih, dan hal-hal yang berkaitan dengan siswa 'anak orang kaya'.

Pemerintah menjanjikan kepada guru akan memberikan tunjangan kepada setiap guru yang telah lulus sertifikasi guru, oleh karena minimnya penghasilan dari sekolah apalagi sekolah swasta maka disini guru dipacu bagaimana bisa lulus dan mendapatkan tunjangan tersebut, akhirnya segala macam cara dilakukan bahkan dengan cara-cara yang tidak jujur seperti pembelian sertifikat, pemalsuan data mengajar dll.

Bagi guru yang belum lulus sertifikasi, pemerintah tetap memberikan tunjangan berupa dana insentif guru. dan disini pun terjadi pembohongan seperti pemalsuan data agar tetap bisa mendapat tunjangan dari pemerintah. dan juga yang sering terjadi kecurangan guru dalam memberikan perhatian/nilai kepada siswa kaya dan siswa miskin.


Paling tidak yang menyebabkan kenapa terjadi ketidakjujuran itu adalah dikarenakan minimnya kesejahteraan guru khususnya di sekolah-sekolah swasta. tapi pertanyaannya apakah dengan begitu kita boleh tidak jujur..?? jawabnya tentu tidak. karena Nabi pun bersabda :"katakanlah yang benar itu mesti itu pahit"
Sebagai penutup, kita sadari saat ini bangsa kita sedang dilanda ketidakjujuran dan dikarenakan ketidakjujuran itulah bangsa kita tetap miskin dan terjajah. Sekolah satu-satunya yang diharapkan mampu mengatasi masalah ini juga telah ternoda dengan kebohongan-kebohongan. dan yang paling menyakitkan adalah mereka tidak sadar bahwa mereka sudah tidak jujur..
Apakah guru yang tidak jujur dapat membentuk siswa yang jujur..??
Apakah sapu yang kotor dapat membersihkan lantai yang kotor..??

Kamis, 13 Januari 2011

Selasa, 11 Januari 2011

Fenomena RPP

RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) adalah suatu hal yang tidak asing lagi bagi kalangan pendidik khususnya guru. RPP diluncurkan seiring dengan adanya pembaharuan kurikulum pendidikan nasional yaitu dari kurikulum 1994 menjadi kurikulum 2004 yaitu KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi). RPP atau sering disebut dengan Skenario Pembelajaran adalah satu terobosan yang sangat jitu dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan nasional. dengan RPP seorang guru akan mampu mengetahui kemana arah yang akan dituju. dengan RPP pula seorang guru bisa mengembangkan kurikulum, materi pembelajaran, sumber, dan metode pembelajaran dari pelajaran yang akan ia sampaikan. dan dengan adanya RPP seorang guru juga bisa menggantikan mengajarkan guru yang berhalangan mengajar sehingga pelajaran tidak tertinggal.

Pemerintah (Kemdiknas) hanya merumuskan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dari setiap mata pelajaran, guru dan sekolah lah yang akan merumuskan indikator, bahan, sumber, alat evaluasi, strategi dan metodenya sesuai dengan kebutuhan sekolah dan daerah tersebut. karena kebutuhan dan suasana di sekolah di desa misalnya akan sangat berbeda dengan di kota. nah, disinilah guru diberi keleluasaan untuk berkreasi dalam mengajarkan pelajaran tersebut.

Guru yang baik adalah guru yang mampu menyusun RPP nya sendiri dengan memanfaatkan lingkungan yang ada. karena kita sendirilah yang lebih mengetahui karakter dan kondisi anak didik kita dan kita juga lah yang mengetahui apa yang akan kita ajarkan dan bagaimana  cara penyampaiannya kepada anak didik tersebut, bukan orang lain.

Dalam penyusunan dan pengembangan RPP, guru harus berpatokan kepada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang telah ditetapkan oleh Kemdiknas tidak boleh menyalahi, akan tetapi sangat baik apabila guru mampu mengembangkannya lagi.

Sangat disayangkan, di sebagian kalangan guru salah kaprah dalam memahami RPP, ada yang menganggap RPP hanyalah sekedar syarat mengajar yang harus dipenuhi, sehingga akibatnya RPP yang dibuatnya bukanlah menurut pemikirannya melainkan hasil jiplakan dari orang lain. sehingga apa yang dilaksanakannya di dalam kelas tidak sesuai dengan skenario yang ada di RPP. dan bahkan tidak menutup kemungkinan ada yang tidak memahami RPP yang 'dijipkanya' itu.

akhirnya, saya berpendapat bahwa perlu adanya evaluasi dan perbaikan serta pemberian pemahaman terhadap guru-guru tentang RPP yang berjalan selama ini.

Selasa, 21 Desember 2010

Komunikasi Pendidikan

Komunikasi merupakan kunci kesuksesan dari setiap pekerjaan terutama pekerjaan kolektif. sedangkan yang saya maksud komunikasi pendidikan adalah komunikasi yang diterapkan didalam proses pendidikan khususnya di sekolah. sebelum saya lebih jauh berbicara lebih dahulu kita ketahui apa yang dimaksud dengan komunikasi?. Komunikasi adalah proses penyampaian/perpindahan pesan dari si pengirim pesan (sender) kepada si penerima pesan (reciever). maka dari itu dapatlah kita pahami secara sederhana bahwa komunikasi pendidikan adalah proses penyampaian pesan dari si pengirim kepada si penerima di sekolah.

Komunikasi pendidikan dapat dibagi kepada :
  1. Komunikasi antara guru dengan siswa begitu sebaliknya
  2. Komunikasi antara guru dengan orangtua siswa begitu sebaliknya
  3. Komunikasi antara siswa dengan siswa
  4. Komunikasi kepala sekolah (pimpinan) dengan guru / pegawai begitu juga sebaliknya.
  5. Komunikasi guru dengan guru
Dalam paparan yang sederhana ini terlebih dahulu saya bahas jenis komunikasi nomor 1. yaitu : komunikasi antara guru dengan siswa atau sebaliknya siswa dengan guru.
Guru yang berhasil adalah guru yang mampu berkomunikasi dengan siswanya dengan baik. di dalam proses komunikasi itulah guru dan siswa melaksanakan proses pembelajaran, maka apabila proses pembelajaran berhasil, itu merupakan tanda keberhasilan komunikasi pendidikan yang diterapkan oleh guru dengan siswanya. di dalam proses komunikasi verbal guru harus mampu memilah-milah apa yang harus disampaiakan kepada siswa, dan apa yang tidak boleh disampaikan kepada siswa, karena tsuatu topik pembicaraan belum tentu berlaku untuk semua orang. sebagaimana saya paparkan dalam tulisan yang sebelumnya tentang sifat pendidik. nah, disinalah terkadang guru tidak bisa menerapkan komunikasi pendidikan yang baik. biasanya dikarenakan merasa sudah terlalu akrab dengan siswa sehingga terkadang guru menganggap siswanya tersebut seperti 'kawan sebayanya'. sehingga siswa pun menganggap begitu juga. dan akibatnya guru dengan sendirinya akan kehilangan jati dirinya sebagai pendidik di hadapan siswanya.
begitu juga dalam komunikasi non verbal guru mesti mampu memerankan komunikasi jenis ini sebaik-baiknya guna menyokong peroses komunikasi verbal. di dalam komunikasi non verbal ini guru juga dituntut mampu menjaga jarak dengan siswanya (bukan bermakna menjauhkan diri), semua tingkah laku guru akan direspon oleh siswa sehingga semua tingkah laku guru akan dianggap siswa sebagai tindakan yang benar. maka oleh karena itu apabila guru sering melaksanakan tindakan yang tidak wajar di depan siswa seperti kentut sembarangan, karena akan membuat siswa melakukan perbuatan seperti itu. tentu ini tidak kita harapkan.
bersambung....
wallohu a'lam


Senin, 13 Desember 2010

Sifat Pendidik

Sebagai Pendidik manusia yang diakui keberhasilannya Nabi mempunyai empat sifat yang seyogianya ditiru oleh semua orang khususnya pendidik, baik itu orangtua, guru, maupun tokoh masyarakat. adapun empat sifat pendidik itu ialah  :
1. Siddiq , artinya jujur, tidak pernah bohong, transparan tidak ada yang ditutup-tutupi.
2. Amanah, artinya Ahli di bidangnya atau sering disebut profesional
3. Tabligh, artinya komunikatif, pandai berkomunikasi kepada semua orang, mampu memilih-milah tema pembicaraan sesuai dengan lawan bicaranya, menyampaikan semua informasi yang berhak diketahui orang/siswanya, juga sedikit bicara dan banyak berbuat. Nabi bersabda : barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia berkata-kata yang baik atau lebih baik ia diam.
4. Fathonah, artinya bijaksana, mampu serta berani mengambil keputusan yang tepat.

Kamis, 09 Desember 2010

Pembangunan Manusia

Kita boleh saja sukses dalam membangun teknologi, akan tetapi kita belum mampu mensukseskan pembangunan manusia, oleh karenanya teknologi yang kita bangun lebih banyak yang dirugikan daripada yang diuntungkan, ini disebabkan manusia belum siap menerima hal itu dikarenakan pembangunan manusia melalui institusi pendidikan belum sukses terlaksana.
Manusia adalah sumber daya yang potensial dalam pembangunan teknologi. Al-Gozali menyebutkan ada tiga unsur dalam diri manusia yang potesial untuk perkembangan dan pembangunan manusia tersebut. yaitu
    1. Hati/Qolbu, Hati akan sangat berpotensi membawa manusia kearah mana yang ingin kita tuju.
                  Al-Gozali melanjutkan tugas hati/qolb adalah : 
  • Mencari Ilmu : menuntut ilmu-ilmu yang bermanfaat (al'ilmu fisshudur, laisa fissutur: ilmu itu di dalam hati bukan di dalam buku),
  • Mencari hikmah, oleh karenanya bagi orang yang beriman yang hatinya bersih semua yang terjadi pada dirinya tidak ada yang sia-sia, apabila mengalami kesenangan dia bersyukur, begitu sebalikmya apabila mengalami musibah dia bersabar (maa kholaqta haadzaa baathilaa) 
    2. Akal/pikiran, berfungsi untuk memikirkan alam semesta ini guna untuk pengembangan dirinya.
    3. Nafsu, yaitu sebagai faktor pendorong akal untuk meningkatkan etos kerja, maka dari itu nafsu harus  ditunggangi oleh akal.
dalam dunia pendidikan/akademik, pemerintah dan kita masih berkutat pada pembangunan akal/pikiran, sehingga kebijakan-kebijakan yang ada masih sekedar upaya pengembangan akal/intelektual semata. sementara Islam menjelaskan bahwa yang sangat dominan berperan dalam pembangunan dan pengembangan manusia itu adalah hati/qolb. Nabi menjelaskan bahwa didalam tubuh manusia itu ada mudhghoh (segumpal daging), apabila itu baik, maka baiklah seluruh raganya, apabila itu buruk maka buruklah seluruh raganya. itulah Qolb/hati.
tentu seharusnya pembangunan hati inilah yang harus kita galakkan, akan tetapi pada kenyataannya kita melupakannya. oleh karena itu sangat mustahil  tujuan pendidikan yang dirumuskan dalam UUD '45 kita akan berhasil apabila tidak dibarengi dengan pembangunan hati/Qolb.

wallohu a'lam