Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Oktober 2018

Bahasa Inggris 'Bahasa Wajib'

Bahasa adalah alat komunikasi, jika kita bermasalah dengan bahasa, maka kita dipastikan akan bermasalah dalam hal berkomunikasi. di zaman sekarang ini, pergaulan kita sudah semakin terbuka dengan negara-negara asing, sehingga, mau tidak mau, suka tidak suka kita harus mampu berkomunasi dengan mereka. 

Salah satu alat komunikasi yang berlaku pada pergaulan internasional adalah bahasa Inggris. Tidak diperdebatkan lagi skill para pelajar bahkan mahasiswa kita dalam bidang bahasa Inggris masih menjadi permasalahan yang harus diselesaikan. sering kita menemukan mahasiswa kedokteran kesulitan memaparkan ide dan gagasannya di depan forum internasional, tidak jarang kita jumpai pelajar kita gugup di depan orang asing. hal ini disebabkan, ketidakmampuan dalam berbahasa Inggris. Bahkan beberapa minggu terakhir muncul anekdot tentang disarankannya debat Capres dan cawapres dengan menggunakan bahasa Inggris. 

Jumat, 12 Oktober 2018

Jangan Batasi Kemampuan Murid

Tulisan saya kali ini bertujuan untuk berbagi informasi kepada rekan pendidik, bahwa perlu kita mengetahui dan memahami tentang potensi siswa.

Tidak desikit guru yang memberikan 'cap tidak mampu' kepada siswanya sebelum diberi kesempatan kepada siswa. sehingga yang terjadi, potensi yang ada pada diri siswa tidak tereksplor.

Suatu hari, saya mengajar di kelas X SMA, saya bagi ke dalam beberapa kelompok, kemudian saya berikan tugas yaitu : setiap kelompok menyimpulkan pelajaran yang telah dibahas ke dalam bentuk lirik lagu.

awalnya, saya pesimistis mereka akan mampu, karena bagi saya itu sulit. Tapi saya berikan dorongan dan motivasi, sehingga di akhir jam pelajaran, di luar dugaan, siswa saya mampu menuntaskan tugas itu dengan baik dan bahkan melebihi ekspektasi saya.

its the key : "Jangan Batasi Kemampuan Murid"

Rabu, 25 Mei 2016

Contoh Kata Pengantar Critical Book Report

KATA PENGANTAR
Seiring dengan terbitnya PP No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang merumuskan tentang standar minimum pendidikan nasional Indonesia membuat penyelenggara pendidikan mau tidak mau harus ber benah dan menyesuaikan dengan standar  yang dimuat dalam PP tersebut.
Selain memuat tentang 8 standar minimum nasional pendidikan, PP ini juga memuat tentang sistem penjaminan mutu pendidikan. Yang mewajibkan setiap lembaga pendidikan baik tingkat sekolah maupun sekolah tinggi harus memiliki sistem penjamin mutu yang kemudian dikenal dengan sistem penjaminan mutu internal (SPMI).

Selasa, 24 Mei 2016

CONTOH SINOPSIS CRITICAL BOOK REPORT

SINOPSIS
Pendidikan yang bermutu adalah harapan semua pihak, baik pemerintah, sekolah, pendidik, peserat didik dan masyarakat. Mutu pendidikan tidak akan datang secara tiba-tiba, melainkan mutu pendidikan harus diupayakan dengan tindakan-tindakan yang nyata, terencana dan terukur.
Pemerintah melalui UU No.19 Tahun 2005 telah menetapkan bahwa ada delapan standar pendidikan yang harus dipenuhi oleh setiap satuan pendidikan untuk mewujudkan mutu pendidikan nasional. Akan tetapi pada kenyataannya belum semua satuan pendidikan mampu memenuhi standar tersebut. Akhirnya mutu pendidikan secara nasional belum dirasa menggembirakan.

Pengertian implementasi kebijakan



Implementasi kebijakan (policy implementation) secara sederhana dapat diartikan sebagai proses pelaksanaan kebijakan yang dibuat oleh lembaga pemerintah maupun swasta  yang diarahkan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dalam keputusan kebijakan tersebut. Hal ini sejalan dengan pendapat  Van Meter dan Van Horn dalam Pujowati (2012:50) “policy implementation encompassed those actions by public and private individuals (and group) that are directed at the achievement of objectives set forth in prior policy decisions”. Berdasarkan pendapat tersebut dapat dipahami bahwa implementasi kebijakan adalah tindakan yang dilakukan oleh organisasi pemerintah maupun swasta baik secara individu maupun secara kelompok yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan. (Akib :2010:1).

Jumat, 11 September 2015

Tiga Sifat Yang Menghancurkan Manusia



Tiga Sifat Yang Menghancurkan Manusia
Penulis : Muzanni Lubis, S.Pd.I

Pendahuluan
Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang sangat mulia, baik dipandang dari segi bentuk dan rupa (jasmani) maupun dari segi sifat dan watak (rohani). Manusia adalah makhluk yang unik berbeda dari makhluk lain seperti binatang dan malaikat. Sehingga di dalam al-Qur’an Allah memuji manusia (jasmaninya) dengan sebutan ahsani taqwim yaitu sebaik-baik bentuk atau rupa (lihat QS : At-Tin (95) : 4). Pada ayat yang lain Allah juga menegaskan akan kemuliaan manusia itu (rohaninya) sebagimana Firman Allah SWT. “Demi sesungguhnya Kami telah memuliakan anak Adam lebih dari yang lain. Kami telah menjadikan manusia dapat berjalan di darat dan berlayar di laut. Kami berikan rezeki yang baik-baik kepada mereka. Kami melebihkan manusia dari sebagian besar makhluk Kami dengan kelebihan yang jelas.” (QS: Al-Israa’ (17) : 70).
 Kemuliaan yang didapat manusia itu sewaktu-waktu bisa mengalahkan kemulian malaikat, akan tetapi pada saat yang lain kemuliaan manusia itu hilang dan menjadi makhluk yang sangat bejat sehingga lebih bejat dari binatang.

Kamis, 14 November 2013

TAHUN BARU HIJRIYYAH SEBAGAI MOMENTUM PERSAUDARAAN


A.    Pendahuluan
Salah satu tren zaman sekarang ini di kalangan masyarakat kita adalah sifat cuek. Cuek bisa diartikan dengan sifat mementingkan diri sendiri, egois atau bahasa ilmiahnya individualistik. Kepedulian antar sesama sudah sesuatu hal yang langka di kalangan kita. Kita terlena dengan rutinitas kita sendiri tanpa melihat dan memperdulikan apa yang terjadi di sekitar kita, kita seakan tidak mau tau apa yang nasip umat islam di belahan dunia barat sana, kita acuh tak acuh akan umat islam yang dituduh sebagai biang kerok. Bahkan sangat disayangkan peran artis atau public figur  pun seolah mendukung keadaan individualistic ini. Lihat saja berapa banyak istilah-istilah tren di kalangan masyarakat kita tentang individualistic ini seperti : EGP (emang gua pikirin), Masbulloh (masalah buat lho), DL (derita lo), lo gue end. Dan sayangnya tanpa kita sadari kita sering mengucapkannya sehari-hari. Maka dengan kita sering mengucapkan istilah-istilah itu seolah kita juga mengkapanyekan sifat cuek ini.
Kondisi di atas menggambarkan tentang keadaan ummat islam zaman sekarang yang tidak lagi memiliki rasa persaudaraan yang kokoh, tidak memiliki rasa saling mengasihi dan menyayangi antar sesama, kita lebih asik dengan kesibukan kita  masing-masing.