Kamis, 10 November 2011
Selasa, 08 November 2011
Selasa, 01 November 2011
Kegiatan Hari Raya Idul Adha dan Pemotongan Hewan Qurban di Sekolah Namira 2010(dok)
![]() |
| Bersih bersih mau menyambut Idul Adha,,, ayooo habib,,,,kerja,,,,,, |
![]() |
| Telur untuk lontong lebaran haji,, masing2 dapat jatah dua,, wkwkwk |
![]() |
| Hmmmmmmm maknyussssssssssssssssssss, gule nangka pake lemak ala Ibu Nelliana (Juru masak Namira) |
![]() |
| Aduk terussssss sampai enak.... (ratu n alfi anak SMK Namira) |
![]() |
| Guru dan Siswa lagi menyiapkan tisu untuk makan2 di hari Idul Adha. hmmmm,, kok ga ada nengok kamera ya,,,, maklum semua belum make up.... wkwkwk |
![]() |
| ehhhh,,, ngambil dmana tuh,,?? ga nyolong kan..?? |
![]() |
| Si yudi ini memang negok kamera aja,,, hiihihihi |
![]() |
| Ayo... lomba ngupas telur...... |
![]() |
| ini adalah sosok Guru Besar Sekolah Namira Profesor Sucipto., minumnya pelan2 aja prof.... |
![]() |
| kalo yang ini Ibu Aryani (ka. TK namira), Adi (Kepala Kantin), Ibu Nelli (Ka. MDA), pak Delvi (Ka. TU SMK),, benar-benar kompak...... |
![]() |
| Selamat datang di Lingkungan Sekolah Namira |
![]() |
| wahhhhh... kalo yang baju biru itu saya,, siapa lagi yang paling deh....... wmwmmwm |
![]() |
| Demi rendang yang enak, semua rela begadang,,,,, aduk terussssssss |
![]() |
| ini wak uteh,, jangan marah2 aja wak................ udh capek niiiii |
![]() |
| yang di belakang : pak iyal (direktur sekali gus Imam besar Musholla Namira) bersama Prof Cipto |
![]() |
| Guru2 perempuan Sekolah Namira,, yang merasa cantik2... |
![]() |
| maknyusssssssssssssssss rendangnya udah mau masakkkkk |
![]() |
| Ibu yayasan sedang mencicipi hidangan yang disedakan oleh panitia, diikuti oleh guru-karyawan Sekolah Namira lainnya |
![]() |
| jangan banyak2 pak direkturrrrrrrr ingat kolestrollll wkwkwkwk |
![]() |
| ayooo makan lagi, masih banyak tuhhh |
![]() |
| lagi coaching utk besokkk |
![]() |
| Imam besar, Khatib/Imam Idul Adha, Syeh Sutarman Jaya,,, |
![]() |
| dengar tuh khutbahnyaaaaaaaaaaaa |
![]() |
| ehmmmmmmmmmmmmmmm... satenya satu porsi ya,, porsi jumbooooo |
![]() |
| Semoga yang kita kurbankan diterima oleh Allah SWT aminnnnnnnn |
![]() |
| Tukang Jagal lembunya,,, wah,,, serem nihhhhh |
![]() |
| jangan nangissss, ikhlaskan aja.... |
Jumat, 28 Oktober 2011
Peringatan Hari Sumpah Pemuda : Momentum Kebangkitan Pemuda
Bung Karno pernah berkata : "beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncang dunia".
Tidak perlu diragukan lagi akan pentingnya kifrah pemuda dalam membangun suatu peradaban negara bahkan dunia. bahkan hidupnya suatu agama pun terletak di tangan pemuda. Maka Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini diharapkan agar setiap bangsa ini menyadari akan pentingnya menciptakan pemuda/i yang berkarakter, berwawasan tinggi, cerdas, bermoral, dan beragama.
Pembentukan pemuda yang handal banyak ditentukan oleh pendidikan, maka harapan dan komitmen bangsa ini seharusnya semua anak dan remaja harus sekolah agar mendapat pendidikan yang memadai. maka konsekuensinya adalah pemerintah harus menyiapkan sarana pendidikan yang murah dan berkualitas bagi bangsanya. Kemudian yang mempengaruhi pembentukan pemuda itu adalah lingkungan, maka tugas kita semualah menciptakan lingkungan yang sebaik-baikya bagi generasi kita sehingga pemuda yang kita harap-harapkan dapat terwujud.
Rejeki yang dipermudah dan Rejeki yang dipersulit
"Adapun orang yang memberi dan bertaqwa. dan mengakui adanya kebaikan. Maka akan Kami mudahkan ia ke jalan yang mudah. Dan adapun orang yang kikir. Dan merasa diri serba cukup. Dan tidak percaya kepada adanya kebaikan. Maka akan Kami mudahkan ia ke jalan yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa" QS. Al-Lail : 5-11.
Ayat di atas memberikan pemahaman kepada kita bahwa orang yang berusaha dalam mencari rejeki ini ada yang dipermudah dan ada pula yang dipersulit. Rejeki yang dipermudah adalah usaha yang mengandung 3 unsur. yaitu :
1. A'tha, memberi. Orang yang berusaha/bekerja gemar memberi dalam artian memberi dengan niat tulus semata mengharap ridha dari Allah SWT.
2. taqwa, yaitu melakukan usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam hukum Islam, tidak menipu dan berlaku curang dan tidak melakukan gal-hal yang dilarang oleh Allah.
3. washoddaqo bil husna, mengakui adanya kebaikan (pahala) yang hakiki.
maka orang yang sering memberi, menjalankan usaha sesuai dengan tuntunan agama Islam, dan mengakui adanya kebaikan yang hakiki maka Allah akan memudahkan usahanya.
Kemudian disebutkan ada orang yang dipersulit usahanya yaitu orang-orang yang :
1. bakhil, kikir atau pelit, ini kebalikan dari a'tha, tidak mau memberi kepada sesama.
2. Wastaghna, merasa kaya, merasa sudah hebat dan akhirnya ia akan sombong dan takabbur.
3. wakazzaba bil husna, dan tidak percaya terhadap kebaikan (pahala) yang hakiki.
Maka orang yang seperti ini akan dipersulit usahanya dan rejekinya akan disempitkan oleh Allah SWT.
Saudaraku pembaca yang budiman,,
Akhir-akhir ini kita disuguhkan oleh isu ancaman ekonomi, kesulitan ekonomi, tapi kita jarang membaca firman-firman Allah tentang apa sebenarnya yang menyebabkan rejeki itu dipersulit. Maka ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa usaha itu mudah atau sulit bisa juga disebabkan perilaku kita dalam berusaha. maka mulai sekarang mari kita benahi diri kita dalam berusaha sesuai dengan anjuran Allah, yaitu dengan rajin memberi, bertaqwa dalam setiap usaha dan pekerjaan, dan meyakini akan adanya kebaikan yang hakiki maka Allah menjamin akan memudahkan rejeki kita. dan tidak ada penjamin yang paling kredibel selain Allah SWT.
semoga tulisan ini dapat menjadi renungan bagi kita dalam melakukan usaha dan pekerjaan kita di hari-hari berikutnya.
Ayat di atas memberikan pemahaman kepada kita bahwa orang yang berusaha dalam mencari rejeki ini ada yang dipermudah dan ada pula yang dipersulit. Rejeki yang dipermudah adalah usaha yang mengandung 3 unsur. yaitu :
1. A'tha, memberi. Orang yang berusaha/bekerja gemar memberi dalam artian memberi dengan niat tulus semata mengharap ridha dari Allah SWT.
2. taqwa, yaitu melakukan usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam hukum Islam, tidak menipu dan berlaku curang dan tidak melakukan gal-hal yang dilarang oleh Allah.
3. washoddaqo bil husna, mengakui adanya kebaikan (pahala) yang hakiki.
maka orang yang sering memberi, menjalankan usaha sesuai dengan tuntunan agama Islam, dan mengakui adanya kebaikan yang hakiki maka Allah akan memudahkan usahanya.
Kemudian disebutkan ada orang yang dipersulit usahanya yaitu orang-orang yang :
1. bakhil, kikir atau pelit, ini kebalikan dari a'tha, tidak mau memberi kepada sesama.
2. Wastaghna, merasa kaya, merasa sudah hebat dan akhirnya ia akan sombong dan takabbur.
3. wakazzaba bil husna, dan tidak percaya terhadap kebaikan (pahala) yang hakiki.
Maka orang yang seperti ini akan dipersulit usahanya dan rejekinya akan disempitkan oleh Allah SWT.
Saudaraku pembaca yang budiman,,
Akhir-akhir ini kita disuguhkan oleh isu ancaman ekonomi, kesulitan ekonomi, tapi kita jarang membaca firman-firman Allah tentang apa sebenarnya yang menyebabkan rejeki itu dipersulit. Maka ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa usaha itu mudah atau sulit bisa juga disebabkan perilaku kita dalam berusaha. maka mulai sekarang mari kita benahi diri kita dalam berusaha sesuai dengan anjuran Allah, yaitu dengan rajin memberi, bertaqwa dalam setiap usaha dan pekerjaan, dan meyakini akan adanya kebaikan yang hakiki maka Allah menjamin akan memudahkan rejeki kita. dan tidak ada penjamin yang paling kredibel selain Allah SWT.
semoga tulisan ini dapat menjadi renungan bagi kita dalam melakukan usaha dan pekerjaan kita di hari-hari berikutnya.
Senin, 24 Oktober 2011
Lepas Sepatu, Ciptakan Kelas Sehat..!!
Salah satu bentuk kecil usaha ril untuk menciptakan sekolah sehat adalah dengan tidak memasukkan sepatu ke dalam ruangan kelas. Hal ini akan mengurangi kotoran pasir di kelas sehingga kelas akan terasa nyaman sehingga suasana belajar pun akan terasa rileks.
Selain itu, hal ini juga akan meringankan pekerjaan petugas kebersihan dan piket kelas. dan akhirnya ruangan kelas yang bersih akan menghasilkan kelas yang sehat.
Dan inilah yang diterapkan di Sekolah Namira seiring dengan menerapkan 8 K dalam rangka menciptakan sekolah sehat sekaligus memberikan layanan pendidikan yang berkualitas kepada masyarakat.
Selain itu, hal ini juga akan meringankan pekerjaan petugas kebersihan dan piket kelas. dan akhirnya ruangan kelas yang bersih akan menghasilkan kelas yang sehat.
Dan inilah yang diterapkan di Sekolah Namira seiring dengan menerapkan 8 K dalam rangka menciptakan sekolah sehat sekaligus memberikan layanan pendidikan yang berkualitas kepada masyarakat.
Jumat, 21 Oktober 2011
Sekolah Ideal : Sekolah yang mengamalkan 8 K
Semua orang tentunya ingin mendapat pelayanan pendidikan yang ideal, nah, pelayanan pendidikan yang ideah itu hanya didapat di sekolah yang Ideal. pertanyaannya bagaimanakan konsep sekolah yang ideal itu?.
Secara sederhana Sekolah Namira (TK, SD,SMP,SMK,MDA) merumuskan konsep sebuah sekolah ideal yaitu sekolah yang menerapkan 8 K. yaitu:
- Keimanan, Bagaimanapun Sekolah adalah wadah untuk menempah keimanan anak sehingga nantinya dia akan menjadi manusia yag bertaqwa sebagaimana amanat tujuan pendidikan nasional. oleh karena itu, sekolah haruslah menerapkan nilai-nilai keimanan itu sendiri dalam aktivitas pendidikan di sekolah, seperti membiasakan salam, ibadah pada waktu yang tepat, berdoa sebelum dan sesudah memulai pelajaran. Keimanan mendapat tempat yang pertama karena dianggap yang mempengaruhi perilaku seserang lebih didominasi oleh kuat dan lemahnya iman.
- Keamanan, Warga sekolah mempunyai kebutuhan yang sama akan keamanan sehingga bilamana lingkungan sekolah aman, maka suasana belajar pun berlangsung dengan baik dan efekif. oleh karena itu di sebuah sekolah yang standar haruslah mempunyai tenaga pengaman seperti Satpam dsb.
- Ketertiban, Sekolah sebagai wadah pendidikan haruslah memberi contoh/replika tentang suasana yang tertib bagi siswa-siswanya sekaligus mengajak siswa agar ikut serta berpartisipasi dalam mewujudkan ketertiban sekolah sehingga nantinya siswa tersebut trebiasa dalam kehidupannya sehari-hari.
- Kebersihan, dari jaman dahulu para guru sudah mengkampanyekan tentang pentingya kebersihan, bersih itu sehat, kebersihan itu sebagian dari iman. lingkungan yang bersih membuat proses belajar pun menjadi tenang dan nyaman.
- Keindahan, bersih, tertib dan aman belum lengkap kalau belum indah, maka keindahan tidak bisa
diacuhkan dalam meujudkan sekolah yang ideal. - Kerindangan, Sekolah sebagai wadah pendidikan tidak terlepas dari lingkungan hidup, oleh karena itu sekolah juga harus memperdulikan elemen yang satu ini.
- Kesehatan, Sekolah harus sehat
- Kekeluargaan, Sekolah harus menciptakan iklim yang harmonis layaknya sebuah keluarga.
Langganan:
Postingan (Atom)

































