Senin, 24 Desember 2018

Belajarlah Mengantri

Antri adalah mengikuti sesuatu sesuai dengan urutan yang ditetapkan tanpa perlu melihat usia, jabatan maupun golongannya.

Dengan antri, kita belajar sabar dan mengendalikan ego masing masing. Dengan antri bangsa Indonesia akan terlihat berbudaya.

Banyak hal sederhana yang bisa kita lakukan dalam mempraktikkan antri.  Misalnya, menggunakan fasilitas umum seperti kamar mandi, toilet, masuk dan keluar kelas dsb. Hal ini harus kita latih dan akhirnya akan menjadi budaya yang baik.

Akan tetapi, tampaknya masih sering kita lihat di beberapa tempat budaya antri tetwujud. Contoh nya di jembatan penyeberangan, di terminal, di meja hidang makanan. Hal inilah yang menjadi PR kita selaku generasi bangsa.

Minggu, 23 Desember 2018

Porakel itu Penting

Porakel (Pekan Olahraga antar kelas)  adakah mempertandingkan beberapa cabang pertandingan olahraga atau seni antar kelas pada sebuah sekolah baik secara individual maupun kelompok.

Porakel biasanya dilaksanakan pada saat selesai melaksanakan ujian semester sambil menunggu penerimaan rapot.

Pada dasarnya porakel bertujuan untuk menghilangkan kepenatan siswa setelah satu semester lamanya disibukkan dengan kegiatan akademis. Tentu porakel sebagai sarana untuk mengekspresikan minat dan bakat terpendam siswa.

Oleh karena itu, sudah seharusnya guru, siswa dan orang tua memahami akan hal ini.

Purba Baru, 23-12-18

Sabtu, 22 Desember 2018

Perbaiki Akhlakmu, nak!

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW mengatakan bahwa tujuan utama beliau diutus ke muka bumi adalah untuk memuliakan akhlak manusia.

Tingkat keimanan seseorang juga akan terlihat dari kualitas akhlaknya. Otang yang menuntut ilmu mesti mampu menjga akhlak nya baik akhlak terhadap guru, orangtua, teman dan bahkan akhlak kepada buku pelajaran.

Al adabu fauqol ilmi.  Adab itu di atas ilmu.
Maka akan menjadi anomali jika semakin banyak orang yang berilmu tapi, semakin tidak berakhlak.

Ada sebuah ungkapan filsafat mengatakan :
When wealth is lost, nothing is lost.
When health is lost, something is lost.
When character is lost, every thing is lost.

Kisaran, 22-12-18

Membudayakan Diskusi Kelompok

Diskusi kelompok adalah proses interaksi antar dua orang atau lebih yang saling memberikan pertanyaan, jawaban dan atau ide masing-masing.
Diskusi kelompok sangat bermanfaat untuk merangsang otak peserta didik dalam rangka mengeksplorasi potensi yang ada pada dirinya.
Diskusi kelompok merupakan ciri dari generasi maju dan cinta ilmu pengetahuan. Diskusi kelompok bisa dilakukan dimana saja, misal di kantin sambil makan jajanan, di dalam mobil pada saat bepergian, di sela-sela istirahat dan tentu di kelas.
Mulai lah diskusi dengan hal hal yang ringan dan sederhana, misalnya pada saat di kantin kita tanyakan kepada teman kita "mengapa kita dianjurkan tidak mengkonsumsi mie instan? ". Maka teman yang lain akan memberikan jawaban sesuai dengan pengalaman dan sudut pandang masing masing. Coba bayangkan jika ada lima orang dalam kelompok tersebut, maka akan ada lima buah pikiran atau jawaban tentang persoalan mengapa kita tidak dianjurkan mengkonsumsi mie instan.

Kisaran, 22-12-18

Kamis, 15 November 2018

Hukuman yang mendidik bagi siswa terlambat

Terlambat adalah hal yang lumrah dan sudah menjadi sesuatu yang dihadapi oleh setiap sekolah. Berbagai upaya dilakukan oleh sekolah agar perilaku terlambat bisa diatasi.
Salah satu upaya yang sering dilakukan adalah dengan memberi hukuman kepada pelaku terlambat. Nah, memberi hukuman ini adalah sesuatu yang wajar. Akan tetapi sering terjadi pemberian hukuman yang tidak tepat sehingga menimbulkan permasalahan yang baru. Misal memberi hukuman dengan menyuruh siswa menghormat bendera, berlari mengelilingi lapangan, membersihkan kamar mandi dan sebagainya.
Sebagai penyelenggara pendidikan tingkat pendidikan menengah atas, penulis ingin berbagi pengalaman kepada para pembaca untuk mengatasi keterlambatan.

Minggu, 28 Oktober 2018

FILSAFAT KEBENARAN


Tulisan ini adalah salinan dari tugas perkuliahan pada mata kuliah Filsafat Ilmu Pendidikan bersama Prof. Dr. Belferik Manullang di Pps Unimed. Pada tugas ini mahasiswa diminta untuk mendalami tentang esensi dari sebuah kebenaran dan bahkan membandingkan tingkatan-tingkatan kebenaran. Pada akhirnya kita akan sampai pada titik kebenaran yang absolut yang tidak bisa dibantah. berikut saya kutip tulisan saya bersama rekan saya pada saat itu. 
Sebelum kita membandingkan dari ketiga kebenaran tersebut, kita harus mengetahui apa kebenaran ilmiah. Kebenaran ilmiah adalah suatu kebenaran yang pada hakikatnya diperoleh dari hasil penelitian yang menggunakan metode yang disusun secara sistematis dengan melalui prosedur sehingga kebenaran ilmiah ini memiliki karakteristik-karakteristik tertentu meliputi fakt

Jumat, 26 Oktober 2018

Analisa Terhadap Masalah Pendidikan dalam Persfektif Filsafat



 Adapun masalah yang saya majukan adalah pemberian hukuman kepada siswa dengan menghormat bendera disebabkan terlambat datang. Dalam praktiknya di lapangan masih ada yang menerapkan pemberian hukuman dengan menyuruh siswa menghormat bendera selama beberapa jam. Maka dari itu saya akan menganalisa pemberian hukuman menghormat bendera dalam persfektif Aliran Filsafat Idealisme.
Ditinjau dari beberapa aspek
a.       Aspek Kemanusiaan
Menurut filsafat idealisme hakikat manusia adalah jiwanya. Berarti esensi manusia itu adalah jiwanya, karena jiwalah yang menggerakkan jasmani. Maka dalam memberi hukuman seharusnya yang ‘disentuh’ adalah jiwanya bukan jasmaninya. Sementara memberi hukuman dengan menghormat bendera lebih cenderung menghukum fisik. Kita harus memperlakukan orang lain secara adil, tidak semena-mena karena manusia itu memiliki nilai dan harkat kemanusiaan yang tidak terbatas sebagai makhluk manusia.