Selasa, 06 Desember 2011

Hakikat Evaluasi Pendidikan

Tahukah kamu apa hakikat evaluasi pendidikan?

Evaluasi merupakan satu unsur/komponen yang paling penting dalam sistem pendidikan, banyak pakar-pakar pendidikan menjelaskan tentang pentingnya evaluasi pendidikan itu.
Sedemikian banyaknya jenis dan bentuk evaluasi itu, pada hakikatnya adalah mempunyai tujuan dan maksud yang sama. paling tidak hakikat evaluasi pendidikan itu antara lain :

1. Sebagai alat pengukur akan keberhasilan belajar bagi siswa dan keberhasilan mengajar bagi guru.
oleh karena itu evaluasi bukan hanya berlaku untuk siswa melainkan yang paling penting adalah evaluasi merupakan modal utama bagi guru untuk mengetahui apakah cara mengajar yang telah ia lakukan berhasi atau tidak? dan kalau sekiranya jawabannya belum berhasil tentu harus ada perbaikan-perbaikan.

2. Sebagai modal untuk melakukan perbaikan
hasil evaluasi yang sudah dikonversikan ke dalam angka-angka seharusnya menjadi modal bagi seorang guru untuk mengambil langkah-langkah apa saja yang akan ia lakukan ke depan, khususnya langkah-langkah perbaikan dalam mengajar. dengan hasil evaluasi guru dituntut memikirkan apakah metode yang digunakan selama ini baik atau tidak, jika sudah baik maka hendak dipertahankan dan ditingkatkan lagi, jika tidak maka hendaklah guru tersebut mereformasi diri dan memperbaiki metode dan gaya mengajarnya. karena kegagalan siswa bukan hanya disebabkan oleh siswa itu sendiri melainkan bisa juga dikarenakan ketidakmampuan guru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Senin, 05 Desember 2011

Guru Sebagai Pembimbing


 Salah  satu fungsi guru adalah menjadi pembimbing bagi siswa-siswanya. Guru dituntut agar senantiasa memberika layanan bimbingan kepada siswa. Peranan sebagai pembimbing ini dibedakan menjadi dua, yaitu : pembimbing di dalam kelas dan pembimbing di luar kelas.
          1.   Layanan Bimbimbingan di kelas
Agar setiap guru mampu memberikan layanan bimbingan ini dengan totalitas dan penuh tanggung jawab, hendaklah guru tersebut mengetahui tugas-tugas apa saja yang harus dilakukannya dalam rangka memberikan layanan bimbingan kepada siswa di dalam kelas.
Rochman Natawidjaja dan Moh. Surya dalam bukuProf. Soetjipto dan Raflis Kosasi diterangkan bahwa hal-hal yang menjadi tugas seorang guru dalam memberikan layanan bimbingan di kelas antara lain :
a.       Memperlakukan dengan sikap yang baik dan wajar bagi setiap siswa dengan potensi yang ada dalam diri siswa itu.
b.      Memberikan kenyamanan kepada siswa ketika proses belajar mengajar berlangsung
c.       Memberikan penghargaan yang proporsional kepada setiap siswa
d.      Tidak berpura-pura di depan siswa
e.      Menerima siswa apa adanya, tidak membeda-bedakan antara siswa yang satu dengan yang lainnya dalam memberikan pembelajaran
f.        Menyadari bahwa tujuan mengajar bukan hanya penguasaan setiap materi melainkan juga pembentukan sikap kedewasaan yang ditimbulkan dari diri siswa.
g.       Memberikan layanan tambahan bagi siswa yang tidak/belum memahami materi pelajaran yang telah dipelajari

2.    2.    Layanan Bimbingan di Luar Kelas
Jabatan guru tidak bisa tanggal setelah ia keluar dari kelas, melainkan jabatan sebagai guru tetap melekat pada diri guru dimana pun ia berada baik di kelas maupun di luar kelas. Sehingga fungsi guru sebagai pemberi layanan bimbingan juga tidak hanya di kelas saja melainkan juga di luar kelas. Tugas-tugas yang bisa dilakukan oleh guru dalam rangka memberikan layanan bimbingan di luar kelas antara lain :
a.       Memberikan pengajaran perbaikan (remedial teaching)
b.      Memberikan pengayaan dan pengembangan bakat siswa
c.       Melakukan home visit
d.      Menyelenggarakan kelompok belajar yang bermanfaat untuk :
1.       Membiasakan anak untuk bergaul dengan teman-temannya, bagaimana mengemukakan pendapatnya dan menerima pendapat dari teman lain.
2.       Merealisasikan tujuan pendidikan dan pengajaran melalui belajar secara kelompok
3.       Mengatasi kesulitan-kesulitan belajar secara bersama-sama
4.       Belajar hidup bermasyarakat
5.       Memupuk rasa kekeluargaan dan kegotongroyongan
(sumber : Profesi Keguruan karangan : Prof. Soetjipto dan Drs. Raflis Kosasi)

Jumat, 02 Desember 2011

Membina Bakat dan Kreatifitas Siswa Sejak Dini

Siswa SD Namira sedang menampilkan tarian ala Girl Band
Kreatifitas siswa bukanlah sesuatu yang datang dengan tiba-tiba seprti dalam sulap mbah tarno yang hanya mengatakan” bim salabim jadi apa, prok prok prok”. Kreatifitas siswa haruslah dicari dan kemudian dibina dan akhirnya dikembangkan sehingga menjadi sesuatu yang luar biasa kelak. Anda pasti tahu mega bintang sepak bola Real Madrid Cristiano Ronaldo (CR7). CR7 menjadi mega bintang tidaklah didapatnya dengan hanya mengcapkan mantra mbah Tarno tadi. Melainkan CR7 sejak kecil bakat yang ada di dirinya ditemukan oleh para pencari bakat dan kemudian dibina di sekolah sepak bola dan akhirnya dikembangkan oleh club sepak bola professional sampai menjadi mega bintang dan menjadi salah satu ikon pesepak bola dunia.
Kaligrafi : Hasil karya siswa Sekolah Namira
Kiranya, ini menjadi landasan bagi instansi pendidikan dalam mencari dan mengembangkan bakat anak didik. Di Sekolah-sekolah acap kali diselenggarakan kompetisi atau perlombaan antar siswa yang akhirnya menghasilkan juara-juara. Akan tetapi sangat disayangkan terkadang itu hanya sampai di penyerahan piala saja dan tidak ada tindak lanjutnya. Sehingga bakat yang telah ditemukan di diri siswa tadi tidak terkembangkan semestinya. Padahal siswa yang berbakat tadi tidak mustahil akan menjadi super star di bidangnya kelak dan otomatis akan mengharumkan nama baik sekolahnya, tapi, dikarenakan kelalaian dan ketidaktahuan pihak-pihak tertentu mimpi itu tidak kunjung datang.
Sepak Bola : Atlet Sepak Bola Siswa SD Namira
Penutup
Melalui tulisan sederhana ini kiranya menjadi renungan bagi kita semua dalam rangka mencari dan mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki oleh para siswa-siswa kita yang nantinya dapat mengharumkan nama baik sekolah kita dan bahkan nama baik Negara kita Indonesia tercinta.

Rabu, 23 November 2011

Ayat-Ayat Anjuran Berkompetisi Dalam Kebaikan

Islam mengajarkan Umatnya agar senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan, dan bahkan banyak sekali dalil yang menganjurkan agar manusia itu harus bersaing dalam setiap kebaikan. Minimal ada dua ayat di dala Al-Qur'an yang menunjukkan tentang petingnya berkompetisi dalam kebaikan. yaitu :

A. QS : Al-Baqarah : 148
 
ولِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
أَيْنَمَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ     
" Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
 QS. Al-baqarah : 148

Kandungan Ayat : 
•Perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan;
•Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling banyak kebaikannya
•Setiap apa yang kita perbuat (kebaikan dan kejahatan ) akan dibalas Allah.
 
B. QS. Al Fatir : 33
 
ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ
 
        “Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.”
QS. Al-
Fathir : 32

kandungan Ayat :
1. Ummat Islam di sebut ummat pilihan (terbaik), sejauh mana mereka  mengamalkan al-Qur'an.
•Tingkatan orang dalam mengamalkan Alqur’an ada tiga tingkatan
1.      Zholimun linafsih, yang suka menganiaya diri sendiri. yaitu manusia yang meninggalkan segala yang wajib dan melakukan yang haram
2.      Muqtasid, pertengahan. yaitu, manusia yang hanya melakukan yang wajib saja dan meninggalkan yang haram saja
3.      Sabiqun bil khoirot, unggul dalam kebaikan. yaitu manusia yang sudah mampu melaksanakan yang wajib dan yang sunat dan meninggalkan yang haram dan yang makruh dan subhat. 
 
             "anakku,,, Menjadi Orang baik itu bukanlah pekerjaan yang mudah karena tantangan dan godaan pasti ada, So, berdoalah kepada Allah agar kamu dijadikan pribadi yang baik, yang dicintai orang2 sekelilingmu,, karena menjadi orang baik itu adalah anugerah yang amat besar" 
          Muzanni Lubis
 
 
 


Senin, 14 November 2011

Kamis, 10 November 2011