Selasa, 22 Februari 2011

Pelaksanaan SNMPTN 2011 Diperluas Melalui Jalur Undangan

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2011 yang akan diikuti oleh 60 PTN di seluruh Indonesia dilaksanakan melalui dua jalur. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 34 Tahun 2010 tentang Pola Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi yang Diselenggarakan oleh Pemerintah dinyatakan pola seleksi nasional dilaksanakan melalui jalur ujian tertulis dan/atau keterampilan dan jalur undangan berdasarkan penjaringan prestasi akademik.
Dalam Permendiknas tersebut juga dinyatakan sekurang-kurangnya 60 persen dari bangku kuliah yang tersedia untuk setiap program studi diseleksi melalui pola seleksi nasional. "Baru tahun ini ada ketentuan 60 persen. Kementerian punya konsern besar di situ," kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh saat memberikan keterangan pers di Kemdiknas, Jakarta, Rabu (12/1/2011).
Hadir pada acara Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas Djoko Santoso, Rektor IPB Herry Suhardiyanto selaku Ketua Umum Panitia SNMPTN 2011, Rektor Unversitas Andalas Musliar Kasim selaku Ketua Majelis Rektor PTN, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Rachmad Wahab selaku pengelola keuangan SNMTPN, dan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi.

Herry menyampaikan, SNMPTN pada tahun ini diperluas melalui jalur undangan. Dia mengatakan, seleksi undangan dilakukan oleh masing-masing kampus. Setiap peserta dapat memilih dua perguruan tinggi (pt) dan pada masing-masing pt dapat memilih tiga program studi. "Panitia nasional hanya mengumpulkan data yang dientri seluruh kepala sekola yang berminat dan memenuhi kriteria yaitu akreditasi B atau direkomendasikan oleh PTN tertentu," ujarnya. Herry melanjutkan, data yang masuk ke panitia nasional dikumpulkan untuk setiap pt lalu dikirimkan ke pt tersebut untuk ditentukan melalui mekanisme internal. "Yang tidak lulus dikembalikan (ke panitia nasional) lalu diproses pilihan kedua dan diseleksi dengan mekanisme yang sama oleh rektor masing-masing (pt)," katanya.  Herry menyampaikan, jadwal pelaksanaan SNMPTN 2011 melalui jalur undangan pendaftaran mulai 1 Februari-12 Maret 2011, pengumuman hasil 18 Mei 2011, dua hari setelah ujian nasional diumumkan. Sementara, jadwal pelaksanaan jalur tertulis direncanakan pada Selasa, 31 Mei 2011 meliputi tes potensi akademik dan tes bidang studi dasar dan Rabu, 1 Juni 2011 meliputi masing-masing tes bidang studi IPA dan IPS. Kemudian, jadwal ujian keterampilan dilaksanakan pada 3 dan 4 Juni 2011.

Adapun biaya pendaftaran SNMPTN jalur undangan tahun 2011 Rp175 ribu per pelamar, sedangkan untuk jalur ujian tertulis Rp150 ribu per peserta untuk kelompok IPA atau IPS. Sementara peserta kelompok IPC (IPA+IPS) Rp175 ribu. Bagi peserta yang mengikuti ujian keterampilan dikenakan biaya Rp150 ribu. "Ujian keterampilan seperti olah raga dan seni," katanya.

Djoko menyampaikan, daya tampung mahasiswa baru secara nasional melalui seleksi ini diperkirakan sebanyak 120 ribu. "Prestasi sudah disaring oleh kawan-kawan dari sekolah dicek dengan nilai UN-nya. Untuk sistem undangan peminatnya sudah mulai banyak," katanya.

Riswinandi menyampaikan, dukungan perbankan dalam penerimaan mahasiswa baru adalah untuk mendukung kemudahan proses bagi para calon mahasiswa/orang tua mahasiswa. Mereka, kata dia, tidak perlu lagi mendaftar dengan datang ke satu kota. "Dengan perkembangan teknologi yang ada cukup melakukan pendaftaran melalui internet," ujarnya. Dijelaskan oleh Riswinandi bahwa, pembayaran pendaftaran melalui jalur-jalur distribusi Bank Mandiri yang didukung oleh 1300 kantor cabang dan melalui jaluran elektronik banking yaitu sms banking, internet banking, dan mesin atm. "Kami harapkan akan membantu panitia dalam proses penerimaan dan juga pengelolaan administrasi sistem," ujarnya.

sumber : kemdiknas.go.id

Senin, 21 Februari 2011

Pesan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Sekolah Namira

Tanggal 12 Rabiul Awwal sebagaimana sudah diketahui adalah hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dimana pada tanggal itu umat Islam hampir di segala penjuru memperingati hari tersebut yang bertujuan untuk mengenang kembali kehidupan Nabi yang sarat dengan tauladan yang patut dicontoh oleh setiap umat. Di sekolah Namira juga tidak tinggal diam, sebagai sekolah yang bercita-cita untuk menciptakan pendidikan yang Islami juga ikut serta dalam memperingati maulid nabi Muhammad SAW yang mana bertujuan untuk mengenalkan kepada para siswa sebagai generasi bangsa tentang sosok Nabi Muhammad SAW sebagai contoh tauladan di setiap aspek kehidupan.

Pada tahun ini Tema maulid Nabi adalah : Melalui peringatan maulid Nabi Muhammad SAW kita ciptakan generasi yang jujur, amanah, tabligh, fathonah serta menjadi rahmatanlilalamin. dari tema di atas diharapkan seluruh pendidik baik guru maupun orangtua memantapkan kembali tujuan pendidikan dan pembelajaran yang telah disusunnya yaitu menciptakan generasi yang mampu meneladani seluruh ajaran Nabi Muhammad SAW melalui Agama Islam.

Sementara itu, al-Ustadz H. R. M. Syafe'i, SH, M.Hum atau lebih dikenal dengan sebutan Romo yang berperan sebagai penceramah pada peringatan tersebut menyampaikan beberapa hal yang sangat berkaitan dengan semangat Islam bagi generasi muda, yaitu antara lain :
  1. Ada tiga hal yang membuat Islam itu tidak baik, yaitu : Godaan syetan, sikap pemalas, dan 'jorok'.
  2. Selanjutnya Romo juga menyampaikan bahwa untuk mencapai kesuksesan itu rahasianya adalah : tidak meninggalkan sholat, tidak durhaka pada orangtua, setia kawan.
dari ceramah Romo tersebut diharapkan mampu memberikan suntikan semangat kepada para siswa agar lebih giat lagi belajar serta tidak meninggalkan kewajibannya sebagai hamba Allah.

wallo a'lam.
Muzanni Lubis mengucapkan : Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, semoga kita mampu meneladani ajarannya secara kaffah.

Senin, 07 Februari 2011

Ketidakadilan Para Guru dan Orangtua

Sebagai pendidik Guru dan Orang tua sering melakukan hal yang dianggap tidak adil bagi anak. khususnya dalam hal menerapkan prinsip reward and punishmen (hadiah dan hukuman). reward adalah pemberian hadiah kepada anak apabila anak telah melakukan hal-hal yang baik, sedangkan punishmen adalah pemberian hukuman kepada anak manakala anak telah melakukan hal-hal yang buruk. 

Pemajangan hasil karya anak
Para guru dan Orangtua sering melupakan prinsip yang pertama yaitu pemberian reward, dan ada juga yang tidak tepat dalam mengartikan reward. kebanyakan orangtua dan guru menganggap pemberian reward hanyalah apabila anak melakukan sesuatu yang sempurna, seperti juara I pada kenaikan kelas, sehingga apabila anak tidak mendapat juara pada kenaikan kelas orang tua dan guru menganggap anak itu tidak berhak mendapat reward. dan contoh yang sering terjadi apabila guru memberikan soal kepada anak sebanyak 20 butir soal, kemudian anak menjawab benar 16 dan salah 4, disini para guru dan orangtua kebanyakan hanya melihat kepada kesalahan yang 4 soal dan melupakan prestasi siswa yang telah menjawab 16 soal. sehingga yang terjadi bukanlah pemberian reward (hadiah) malah pemberian punishmen (hukuman). Nah, disinilah yang saya maksud ketidakadilan para guru dan orang tua terhadap anak.

Selanjutnya reward selalu diartikan berupa benda seperti mainan, uang, buku dll. sehingga banyak guru yang sulit memberikan reward kepada siswa karena akan mengeluarkan biaya. akan tetapi kalau sekiranya guru dan orangtua membuka wawasan tentang reward itu maka kejadian seperti di atas mungkin tidak terjadi. reward dapat juga berupa pujian, dan sanjungan serta sikap yang memberikan kesan kepada siswa bahwa seluruh karyanya dihargai oleh guru dan orangtuanya.

hukuman yang tidak relevan
Sebaliknya guru dan orangtua sangat asyik dan suka dalam memberikan punishmen kepada anak, sehingga kesalahan sekecil apa pun guru dan orang tua tidak ketinggalan dalam memberikan hukuman. Contohnya : Siswa yang selalu datang tepat waktu ke sekolah tidak mendapat reward 'apa-apa', akan tetapi ketika anak itu satu hari terlambat langsung dikenakan hukuman. ini disebabkan para orangtua terlalu banyak berharap kepada anak tanpa melihat kenyataan pada diri mereka, bukankah apabila anak itu melakukan kesalahan adalah akibat kegagalan guru dan orangtua dalam mendidik anak? lalu kenapa selalu menyalahkan anak? dan tidak pernah menyalahkan diri sendiri..??

akhirnya, melalui tulisan ini saya ingin menyampaikan kepada seluruh pendidik baik guru maupun orangtua agar kembali kepada tugasnya yang mulia. adillah terhadap anak, objektiflah dalam melihat sesuatu pada diri anak, karena baik dan buruknya anak adalah tolok ukur berhasil dan gagalnya orangtua dan guru dalam mendidik anak.


Jumat, 21 Januari 2011

Menjadi Manusia Terbaik

Semua orang tanpa terkecuali menginginkan dirinya menjadi yang terbaik dari yang lainnya, dan juga ingin mendapat yang terbaik untuk dirinya. Allah Swt menjelaskan dalam surat Ali Imran ayat 112 bahwa ada tiga unsur yang harus dipenuhi untuk menjadi manusia terbaik.
" Kuntum khoira ummatin ukhrijat linnaasi ta'muruuna bil ma'ruf watnhauna anil munkar watu'minuuna billah"
(kamu adalah ummat terbaik yang diutus kepada manusia, yang menyuruh kepada kebaikan, mencegah dari kemungkaran dan beriman kepada Allah).
Dari ayat di atas dapat kita simpulkan bahwa ada tiga unsur yang harus dipenuhi untuk menjadi manusia terbaik, yaitu :

1. Ta'muruuna bil ma'ruuf. yaitu menyuruh kepada kebaikan. 
Tugas pertama kita adalah menyuruh manusia kepada kebaikan secara kontiniu dengan segala macam cara, baik dengan lisan, tulisan, maupun dengan perbuatan, tentu sebelum menyuruh orang kita harus terlebih dahulu mengerjakan kebaikan itu. orang tidak akan mau diajak untuk bersedekah manakala kita sendiri dikenal sebagai orang yang kikir. oleh karena itu etika dalam menyuruh orang berbuat baik, kita harus memperbaiki diri kita sendiri dahulu. di dalam ayat lain Allah berfirman : "yaa ayyuhal ladziina aamanuu quu anfusakum wa ahliikum naroo..." (hai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...). nah sekali lagi bahwa sebelum menyuruh orang kepada kebaikan terlebih dahulu kita pastikan bahwa kita sudah melakukan kebaikan itu.

2. Tanhauna 'anil munkar. yaitu mencegah atu melarang dari kemungkaran. 
Tugas kedua ini jauh lebih sulit dari yang pertama, oleh karena itu nilainya pun lebih tinggi. Bisa jadi Polisi yang mati-matian memberantas kejahatan, seperti perjudian, minum khomar, prostitusi dan sebagainya lebih mulia dibandingkan dengan seorang ustad yang hanya berceramah dibelakang podium. Penjahat tidak akan marah apabila kita ajak kepada kebaikan, namun, dia akan murka apabila kita mencoba melarang atau mencegah dia dari perbuatan kejahatannya. maka oleh karena itu tugas yang kedua ini nilainya lebih tinggi dari tugas yang pertama dikarenakan ini mengandung risiko yang lebih berat. dalam mencegah kemungkaran Nabi menjelaskan : man ro a minkum munkaron falyughoyyir biyadihi, fainlam yastati' fabilisanih, wainlam yastati' pabilisanih wainlam yastati' fabiqolbih, wa dzaalika adh'aful iimaan" (siapa saja yang melihat kemungkaran maka hendaklah ia berantas degan tangganya/kekuasaannya, apabila tidak mampu dengan lisan/menasehatinya apabila tidak mampu dengan hatinya/membeci kemungkaran itu, dan inilah selemah-lemah iman.
dari hadis di atas nampaklah bagi kita bahwa tindakan melawan kemungkaran itu ada tiga :
  1. Tindakan melalui kekuasaan. seperti menutup fasilitas-fasilitas kejahatan itu sendiri, dan tentu ini hanya mampu dilaksanakan oleh pihak yang berwenang seperti pemerintah, penegak hukum dll. begitu juga orang tua terhadap anaknya berhak memukulnya apabila dianggap sudah patut dipukul.
  2. Tindakan melalui peringatan lisan. seperti memberi nasehat kepada sipelaku, unjuk rasa dsb, tentu ini bisa dilakukan oleh siapa pun.
  3. Tindakan dengan hati yaitu dengan membenci perbuatannya. dan inilah selemah-lemah iman. maka apabila kita sudah tidak benci kepada kemunkaran itu berarti kita sudah tidak memiliki iman lagi.
3. Tu'minuuna billaah. yaitu beriman kepada Allah. 
Tugas yang ketiga Adalah : dalam menjalankan amar ma;ruuf nahi munkar haruslah didasari dengan niat yang tulus karena keimanan kepada Allah. Ustad yang sering menasehati ummat manusia, berceramah menyeru kepada kebaikan tidak akan mendapat nilai apa pun manakala dia melakukukannya bukan didasarkan Iman kepada Allah. Begitu juga seorang polisi atau pejabat pemberantas kejahatan tidak akan ada nilainya di mata Allah apabila mereka melakukannya hanya sekedar dikarenakan tuntutan jabatannya tidak dikarenakan keimanan kepada Allah Swt. oleh karena itu, tugas yang ketiga inilah yang paling sulit dari ketiga tugas itu. karena disini kita melawan syetan dan hawa nafsu yang tidak bisa kita lihat, yang setiap saat menyerang kita dengan segala kelicikannya.

Sebagai kesimpulan : janganlah kita sesekali mengkalaim diri kita yang paling baik manakala tugas yang tiga itu belum kita lakukan secara berkesinambungan.

wallohu a'lam

oleh :
Muzanni Lubis, S.Pd.I

Kamis, 20 Januari 2011

UJIAN NASIONAL : Jadwal Lengkap UN 2011

Pemerintah telah mengimbau agar dinas-dinas pendidikan di berbagai daerah segera mengumumkan dan melakukan sosialisasi jadwal pelaksanaan ujian nasional ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
Berikut adalah jadwal pelaksanaan UN yang akan disosialisasikan:

Jenjang Sekolah Menengah Atas
  • UN untuk SMA/MK, SMALB, dan SMK: 18-21 April 2011
  • UN Susulan SMA/MK, SMALB, dan SMK: 25-28 April 2011
  • Pengumuman kelulusan paling lambat 16 Mei 2011
  • Ujian Praktik Kejuruan untuk SMK: Paling lambat satu bulan sebelum pelaksanaan UN. Pengumuman kelulusan paling lambat 5 Juni 2011
Jenjang Sekolah Menengah Pertama
  • UN untuk SMP/MTs dan SMPLB: 25-28 April 2011
  • UN Susulan SMP/MTs dan SMPLB: 3-6 Mei 2011
Jenjang Sekolah Dasar
  • UN untuk SD/MI dan SDLB: 10-12 Mei 2011
  • UN Susulan SD/MI dan SDLB: 18-20 Mei 2011
  • Pengumuman kelulusan paling lambat minggu ketiga bulan Juni 2011
sumber : http://edukasi.kompas.com

Rabu, 19 Januari 2011

MDA Namira Mengikuti Pelaksanaan Manasik Haji se-Kota Medan

MDA Namira Mengikuti Pelaksanaan Manasik Haji se-Kota Medan yang diadakan oleh Kementerian Agama Kota Medan pada hari Selasa (18/1/11) di Asrama Haji Medan. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya. Peragaan Manasik Haji sebagai instrumen pendidikan untuk menyampaikan kepada anak didik tentang hal-hal yang berkaitan dengan Ibadah Haji tersebut. seperti : Pentingnya kesungguhan dalam beribadah, niat yang tulus, kebersihan hati, dan yang utama menyadari betapa kita ini tidak ada apa-apanya di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, MDA Namira tetap mengirimkan peserta untuk mengikuti kegiatan tersebut.





Senin, 17 Januari 2011

Hilangnya Keberkahan Ilmu

Ilmu yang berkah adalah ilmu yang mampu diamalkan oleh pemiliknya kepada jalan yang diridhoi Allah SWT. dengan begitu segala pengetahuannya akan digunakannya dalam mencapai rido Allah Taala. Akan tetapi saat ini keberkahan ilmu sedikit demi sedikit sudah mulai pudar warnanya, ilmu yang didapat manusia mereka gunakan ke jalan yang tidak terpuji. berapa banya para ilmuan kita yang menggunakan ilmunya untuk menyengsarakan orang lain. maka akibatnya ilmu bukan untuk mencapai kemakmuran manusia lagi, melainkan ilmu sudah merupakan 'musuh' yang hampir setiap saat menghantui manusia.

kita perhatikan Negara kita dengan beratus Perguruan Tinggi  nya meluluskan ribuan ilmuan setiap tahunnya, beribu sekolah meluluskan ratusan ribu lulusan. tetapi, seakan-akan itu tidak berarti bagi kehidupan kita sebagai bangsa. anak-anak masih durhaka kepada orang tuanya, pejabat masih berkhianat kepada rakyatnya, para ilmuan juga sibuk dengan kepentingannya. kenapa bisa begini..???

Inilah salah satu tanda mulai hilangnya keberkahan Ilmu. salah satu penyebab hilangnya keberkahan ilmu adalah : Tidak menghormati guru, dan tidak menghormati ilmu itu sendiri. saat ini, guru bdiperlakukan bukanlah sesuatu yang mesti dihormati dan disegani lagi. lihatlah, siswa-siswa tidak lagi merasa sungkan apabila berhadapan dengan gurunya, orang tua menganggap guru sebagai 'pekerja' yang bisa digajinya.

Semoga postingan ini bermanfaat bagi kita semua demi perubahan kita ke arah yang lebih baik lagi