Kamis, 31 Maret 2011

Hakikat Kematian

Hidup ini sebenarnya proses perpindahan seseorang dari satu alam ke alam yang lain, maka tidak ada istilah kematian pada hakikatnya yang ada hanya perpindahan alam. dimulai dari alam ruh diwaktu janin berusia lebih urang tiga bulan, maka pindahlah ia ke alam kandungan biasanya  sembilan bulan. setelah selesai di alam kandungan maka ia berpindah ke alam dunia seperti yang kita rasakan sekarang ini. Tidak ada yang tahu berapa lama ia akan berada di alam dunia ini karena itu adalah rahasia Allah.
percaya atau tidak semua akan berpindah ke alam yang ke empat yaitu alam barzakh atau yang sering disebut dengan alam kubur. Barzakh artinya perbatasan yaitu perbatasan antara alam dunia dan alam akhirat. Seseorang yang telah berada di alam barzakh maka ia akan menunggu sampai waktu alam akhirat tiba, dan juga ia tidak akan bisa kembali ke alam dunia. Dan alam yang terakhir adalah alam akhirat, dimana di alam akhirat itu ada namanya mahsyar (berkumpul seluruh manusia mulai dari manusia pertama sampai manusia terakhir), hisab, mizan dan semuanya aka bermuara kepada syurga atau neraka. walal akhiroru khoirullaka minal ula  (dan sungguh akhirat itu lebih baik dari yang pertama, yaitu dunia)
Saya teringat dengan hadits Nabi yang mengatakan : "al-dunya mazro'atul akhirah" yang sekira-kira maksudnya : dunia ini tempat bercocok tanam untuk akhirat.
maka dari hadis di atas jelaslah bagi kita bahwa semua manusia akan kembali kepada Allah. dan yang menjadi permasalahannya adalah apakah kita kembali dalam keadaan baik atau justru kembali dalam keadaan buruk.

Jumat, 04 Maret 2011

AKIBAT SIKAP TIDAK PEDULI ANTAR SASAMA

Alkisah,konon diceritakan di sebuah pinggiran hiduplah seorang petani dengan keluarganya. Dari hasil taninya ia mendapat kehidupan yang berkecukupan karena ia mempunyai sawah yang cukup luas dan binatang ternak. Sampai pada suatu musim, si petani dilanda cobaan berupat gangguan dari tikus. Ternyata para tikus sudah memasuki sawahnya dan juga rumahnya. Sehingga situasi ini membuat hati pak petani cemas dan gelisah, maka dengan istrinya dia berunding mencari solusi terhadap masalah yang sedang mereka hadapi. Maka dari rundingan keduanya diambillah langkah –langkah untuk mengatasi tikus-tikus pengganggu itu. Yaitu dengan membuat perangkat tikus. Keesokan harinya si petani pergi ke pasar untuk membeli perangkap tikus dan akemudian memasangnya di beberapa tempat yang strategis yang sering dilalui oleh kawanan tikus.
Ketika mentari sudah mulai condong ke arah barat menandakan hari sudah sore, seperti biasanya si tikus kembali ke rumah si petani, alangkah terkejutnya dia bercampur gelisah melihat dimana-mana terpasang perangkap tikus. Melihat keadaan gawat ini lalu sang tikus pun keluar dari rumah sambil mencari orang tempat untuk mengadu. Maka dalam perjalanannya dia menjumpai ayam, seraya tikus berkata : “ Ayam.. di rumah si petani ada perangkap tikus, dan itu sangat membahayakan kami”. Lalu si ayam menjawab dengan cueknya : “ itu kan derita Lo, ga ada kaitannya sama gue”. Dengan hati sedih si tikus melanjutkan perjalanannya, lalu dia bertemu dengan Kambing, tikus pun mengadu : “ kambing, di dalam rumah petani ada perangkap tikus”. Dengan nada yang sama dengan ayam si kambing pun membalas :” EGP”. Dengan hati yang bertambah sedih si tikus tidak berputus asa dia kembali melanjutkan perjalanannya. Lalu di tengah perjalanan dia berjumpa dengan Lembu. Si lembu pun sama seperti si ayam dan si kambing ga mau tau tentang masalah yang menimpa si tikus.
Singkat cerita, waktu tengah malam ketika si istri terbangun dari tidurnya ia langsung berjalan menuju dapur dalam suasana yang gelap tidak ada lampu ia lalu memeriksa perangkap tikus yang telah mereka letakkan di bawah lemari. Dengan rasa bangga dan yakin  tikus sudah masuk keperangkap yang mereka pasang, si sistri pun  mengambil perangkap itu dan  tanpa melihat sebelumnya. Namun rasa bangga tadi berubah rasa takut yang luar biasa ketita ia mengangkat perangkap tikus tadi, ternyata bukannya tikus yang terperangkap malah ular yang tertangkap. Seketika itu juga sang ular mematok tangan si istri petani.
Akibat gigitan ular itu si istri petani pun jatuh sakit. Ketika sakit layaknya orang orang ia jug a tidak enak makan, oleh sang suami mengambil tindakan untuk memberikan makanan kesukaan orang sakit yaitu bubur ayam. Dengan berat hati si petani pun memotong ayamnya demi kesembuhan istri tercinta. Dan setelah itu, si istri tidak langsung pulih dan masih perlu perawatan, oleh karena si petani adalah orang yang sosial, maka masyarakat sekitar pun berdatangan ke rumahnya untuk menjenguk istrinya yang sedang di landa sakit. Hari berganti hari orang yang menjenguk bertambah banyak sehingga situasi ini membuat perasaan si petani tidak enak kalau tidak menjamu tamu-tamunya itu. Maka denganberat hati si petani kembali mengorbankan binatang peliharaannya yaitu kambing. Setelah beberapa hari setelah itu si istri pun akhirnya sembuh. Si petani sangat senang melihat kesembuhan istrinya sehingga ia memutuskan untuk menjamu orang sekampung sebagai ungkapan rasa syukurnya atas kesembuhan istrinya itu. Dan kali ini lembu yang menjadi korban untuk dijadikan hidangan jamuan orang-orang sekampungnya.
Lalu apa pelajaran yang bisa kita ambil?
Saudaraku,
Cerita di atas adalah gambaran kehidupan bermasyarakat yang tidak ada kepedulian satu sama lain. Mereka hanya peduli terhadap kepentingan mereka sendiri tanpa melihat kesusahan orang lain. Coba kita perhatikan satu sisi orang-orang berlomba  membangun rumah gedung dengan segala jenis dan tipe, disisi lain ada orang-orang yang tidak punya rumah dan penuh penderitaan. Akan tetapi ini seolah-olah tidak terlihat oleh orang-orang yang membangun gedung tadi.
Saat ini manusia tidak lagi peduli terhadap saudaranya, bukankah nabi Muhammad SAW mengatakan :”tidak beriman seseorang di antara kamu sampai ia mampu mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”.  Nabi juga menjelaskan seharusnya anta sesama muslim bagaikan satu badan mana kala satu anggota tubuh sakit maka seluruh anggota tubuh dapat merasakan kesakitan itu. Bukankah sesama muslim itu bagaikan satu bangunan yang saling menguatkan satu sama lain?
Saudaraku yang baik hati..
Keselamatan orang-orang kaya ada di tangan orang-orang miskin,  kewajiban orang kaya adalah menyantuni orang miskin, begitu juga orang miskin mempunyai hak atas harta orang kaya sehingga apabila haknya tidak ia dapat maka ia bisa menuntut kepada hakim yang Maha Adil yaitu Alah SWT. Dan tentu ini akan mengganjal perjalanan si orang kaya ke surga kelak.
Dalam hadis yang lain Nabi menjelaskan bahwa kehidupan bermasyarakat itu bagaikan sebuah kapal yang sedang berlayar di tengah lautan dan membawa penumpang yang berbeda-beda. Ada kelas ekonomi, eksekutif, vip, bahkan vvip. Orang yang berada di kelas vip dan vvip dengan mudah mereka bisa mendapatkan apa saja yang mereka inginkan, mereka tinggal menyuruh pelayan. Lantas bagaimana dengan orang yang berada di kelas ekonomi yang berada dibagian bawah kapal, mereka hidup dengan kesusahan serta kekurangan. Manakala mereka perlu mereka harus naik ke atas untuk mengambil air. Akan tetapi bagaimana kalau mereka tidak mau naik keatas mereka cukup melobangi dinding kapal dan tentu air akan masuk?. Tapi mereka tidak melakukan itu, karena mereka sadar kalau itu mereka perbuat bukan hanya mereka saja yang akan tenggelam tapi orang-orang yang berada di kelas vvip pun akan ikut tenggelam juga.
Saudaraku,,
Inilah suatu ibarat yang menggambarkan bahwa tindakan kita bukan hanya berimbas kepada kita sendiri melainkan juga kepada orang lain di sekitar kita. Oleh karena itu mereka yang sedang berada di kelas vvip saat ini berilah kemudahan bagi orang-orang yang berada di kelas ekonomi sebelum orang-orang yang berada di kelas ekonomi berbuat sesuatu yang dapat merugikan semua orang seperti melobangi kapal tadi. Jangan sampai kita menjadi ayam yang sebelumnya berkata masa bodoh dan akhirnya menjadi korban karena tidak peduli terhadap saudaranya tikus, atau kambing maupun lembu yang sebelumnya juga berucap EGP dan juga jatuh korban karena sikap ketidak pedulilian terhadap sesamanya
Wallohu a’lam

Sabtu, 26 Februari 2011

Hakikat Anak Didik

Hakikat anak didik merupakan suatu yang mesti diketahui oleh para pendidik sebagai pijakan dalam mengambil kebijakan khususnya yang berkaitan dengan perkembangan anak didik. oleh karena itulah di dalam kajian filsafat pendidikan pengkajian terhadap hakikat anak didik menempati posisi yang sangat penting.
Al-Rasyidin mengungkapkan dalam bukunya, salah satu hakikat anak didik itu adalah : anak didik mempunyai dunia mereka sendiri sehingga anak bukanlah miniatur dari orang dewasa. anak mempunyai dunia sendiri yaitu dunia bermain, maka dari itu semestinya walaupun anak mempunyai tugas belajar, akan tetapi kebutuhan bermain haruslah dipenuhinya. Akan tetapi sangat disayangkan, sistem pendidikan kita saat ini sepertinya telah 'merampas' dunia anak. lihat saja dimana-mana anak dipacu agar terus belajar, belajar dan belajar. Para orang tua seperti merasa kerugian kalau anaknya sepulang sekolah tidak ada kegiatan, sehingga sepulang sekolah anak 'dipaksa' lagi mengikuti les sampai sore, tidak sampai disitu malamnya pun mengundang guru privat dan mengerjakan PR yang diberikan oleh guru di sekolah. bahkan ironisnya para guru juga ikut serta dalam lingkaran yang keliru ini dengan memberikan ultimatum kepada siswa bahwa tugas siswa hanyalah belajar, tidak ada waktu untuk bermain. maka tidak heran, ketika anak didik sudah mulai beranjak dewasa seakan malas belajar karena mengalami kejenuhan. belajar/sekolah bukan lagi sesuatu yang menyenangkan dan membanggakan, melainkan sekolah merupakan suatu tempat yang 'menyeramkan' dan gurunya pun bagaikan 'monster' yang selalu menakut-nakuti hidupnya.
tentu situasi ini tidak kita harapkan dan tidak mau kita biarkan, maka oleh karena itu pemahaman terhadap hakikat anak didik sangatlah penting khususnya bagi pendidik baik orang tua maupun para guru.

wallohu a'lam

Selasa, 22 Februari 2011

Pelaksanaan SNMPTN 2011 Diperluas Melalui Jalur Undangan

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2011 yang akan diikuti oleh 60 PTN di seluruh Indonesia dilaksanakan melalui dua jalur. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 34 Tahun 2010 tentang Pola Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi yang Diselenggarakan oleh Pemerintah dinyatakan pola seleksi nasional dilaksanakan melalui jalur ujian tertulis dan/atau keterampilan dan jalur undangan berdasarkan penjaringan prestasi akademik.
Dalam Permendiknas tersebut juga dinyatakan sekurang-kurangnya 60 persen dari bangku kuliah yang tersedia untuk setiap program studi diseleksi melalui pola seleksi nasional. "Baru tahun ini ada ketentuan 60 persen. Kementerian punya konsern besar di situ," kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh saat memberikan keterangan pers di Kemdiknas, Jakarta, Rabu (12/1/2011).
Hadir pada acara Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas Djoko Santoso, Rektor IPB Herry Suhardiyanto selaku Ketua Umum Panitia SNMPTN 2011, Rektor Unversitas Andalas Musliar Kasim selaku Ketua Majelis Rektor PTN, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Rachmad Wahab selaku pengelola keuangan SNMTPN, dan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi.

Herry menyampaikan, SNMPTN pada tahun ini diperluas melalui jalur undangan. Dia mengatakan, seleksi undangan dilakukan oleh masing-masing kampus. Setiap peserta dapat memilih dua perguruan tinggi (pt) dan pada masing-masing pt dapat memilih tiga program studi. "Panitia nasional hanya mengumpulkan data yang dientri seluruh kepala sekola yang berminat dan memenuhi kriteria yaitu akreditasi B atau direkomendasikan oleh PTN tertentu," ujarnya. Herry melanjutkan, data yang masuk ke panitia nasional dikumpulkan untuk setiap pt lalu dikirimkan ke pt tersebut untuk ditentukan melalui mekanisme internal. "Yang tidak lulus dikembalikan (ke panitia nasional) lalu diproses pilihan kedua dan diseleksi dengan mekanisme yang sama oleh rektor masing-masing (pt)," katanya.  Herry menyampaikan, jadwal pelaksanaan SNMPTN 2011 melalui jalur undangan pendaftaran mulai 1 Februari-12 Maret 2011, pengumuman hasil 18 Mei 2011, dua hari setelah ujian nasional diumumkan. Sementara, jadwal pelaksanaan jalur tertulis direncanakan pada Selasa, 31 Mei 2011 meliputi tes potensi akademik dan tes bidang studi dasar dan Rabu, 1 Juni 2011 meliputi masing-masing tes bidang studi IPA dan IPS. Kemudian, jadwal ujian keterampilan dilaksanakan pada 3 dan 4 Juni 2011.

Adapun biaya pendaftaran SNMPTN jalur undangan tahun 2011 Rp175 ribu per pelamar, sedangkan untuk jalur ujian tertulis Rp150 ribu per peserta untuk kelompok IPA atau IPS. Sementara peserta kelompok IPC (IPA+IPS) Rp175 ribu. Bagi peserta yang mengikuti ujian keterampilan dikenakan biaya Rp150 ribu. "Ujian keterampilan seperti olah raga dan seni," katanya.

Djoko menyampaikan, daya tampung mahasiswa baru secara nasional melalui seleksi ini diperkirakan sebanyak 120 ribu. "Prestasi sudah disaring oleh kawan-kawan dari sekolah dicek dengan nilai UN-nya. Untuk sistem undangan peminatnya sudah mulai banyak," katanya.

Riswinandi menyampaikan, dukungan perbankan dalam penerimaan mahasiswa baru adalah untuk mendukung kemudahan proses bagi para calon mahasiswa/orang tua mahasiswa. Mereka, kata dia, tidak perlu lagi mendaftar dengan datang ke satu kota. "Dengan perkembangan teknologi yang ada cukup melakukan pendaftaran melalui internet," ujarnya. Dijelaskan oleh Riswinandi bahwa, pembayaran pendaftaran melalui jalur-jalur distribusi Bank Mandiri yang didukung oleh 1300 kantor cabang dan melalui jaluran elektronik banking yaitu sms banking, internet banking, dan mesin atm. "Kami harapkan akan membantu panitia dalam proses penerimaan dan juga pengelolaan administrasi sistem," ujarnya.

sumber : kemdiknas.go.id

Senin, 21 Februari 2011

Pesan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Sekolah Namira

Tanggal 12 Rabiul Awwal sebagaimana sudah diketahui adalah hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dimana pada tanggal itu umat Islam hampir di segala penjuru memperingati hari tersebut yang bertujuan untuk mengenang kembali kehidupan Nabi yang sarat dengan tauladan yang patut dicontoh oleh setiap umat. Di sekolah Namira juga tidak tinggal diam, sebagai sekolah yang bercita-cita untuk menciptakan pendidikan yang Islami juga ikut serta dalam memperingati maulid nabi Muhammad SAW yang mana bertujuan untuk mengenalkan kepada para siswa sebagai generasi bangsa tentang sosok Nabi Muhammad SAW sebagai contoh tauladan di setiap aspek kehidupan.

Pada tahun ini Tema maulid Nabi adalah : Melalui peringatan maulid Nabi Muhammad SAW kita ciptakan generasi yang jujur, amanah, tabligh, fathonah serta menjadi rahmatanlilalamin. dari tema di atas diharapkan seluruh pendidik baik guru maupun orangtua memantapkan kembali tujuan pendidikan dan pembelajaran yang telah disusunnya yaitu menciptakan generasi yang mampu meneladani seluruh ajaran Nabi Muhammad SAW melalui Agama Islam.

Sementara itu, al-Ustadz H. R. M. Syafe'i, SH, M.Hum atau lebih dikenal dengan sebutan Romo yang berperan sebagai penceramah pada peringatan tersebut menyampaikan beberapa hal yang sangat berkaitan dengan semangat Islam bagi generasi muda, yaitu antara lain :
  1. Ada tiga hal yang membuat Islam itu tidak baik, yaitu : Godaan syetan, sikap pemalas, dan 'jorok'.
  2. Selanjutnya Romo juga menyampaikan bahwa untuk mencapai kesuksesan itu rahasianya adalah : tidak meninggalkan sholat, tidak durhaka pada orangtua, setia kawan.
dari ceramah Romo tersebut diharapkan mampu memberikan suntikan semangat kepada para siswa agar lebih giat lagi belajar serta tidak meninggalkan kewajibannya sebagai hamba Allah.

wallo a'lam.
Muzanni Lubis mengucapkan : Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, semoga kita mampu meneladani ajarannya secara kaffah.

Senin, 07 Februari 2011

Ketidakadilan Para Guru dan Orangtua

Sebagai pendidik Guru dan Orang tua sering melakukan hal yang dianggap tidak adil bagi anak. khususnya dalam hal menerapkan prinsip reward and punishmen (hadiah dan hukuman). reward adalah pemberian hadiah kepada anak apabila anak telah melakukan hal-hal yang baik, sedangkan punishmen adalah pemberian hukuman kepada anak manakala anak telah melakukan hal-hal yang buruk. 

Pemajangan hasil karya anak
Para guru dan Orangtua sering melupakan prinsip yang pertama yaitu pemberian reward, dan ada juga yang tidak tepat dalam mengartikan reward. kebanyakan orangtua dan guru menganggap pemberian reward hanyalah apabila anak melakukan sesuatu yang sempurna, seperti juara I pada kenaikan kelas, sehingga apabila anak tidak mendapat juara pada kenaikan kelas orang tua dan guru menganggap anak itu tidak berhak mendapat reward. dan contoh yang sering terjadi apabila guru memberikan soal kepada anak sebanyak 20 butir soal, kemudian anak menjawab benar 16 dan salah 4, disini para guru dan orangtua kebanyakan hanya melihat kepada kesalahan yang 4 soal dan melupakan prestasi siswa yang telah menjawab 16 soal. sehingga yang terjadi bukanlah pemberian reward (hadiah) malah pemberian punishmen (hukuman). Nah, disinilah yang saya maksud ketidakadilan para guru dan orang tua terhadap anak.

Selanjutnya reward selalu diartikan berupa benda seperti mainan, uang, buku dll. sehingga banyak guru yang sulit memberikan reward kepada siswa karena akan mengeluarkan biaya. akan tetapi kalau sekiranya guru dan orangtua membuka wawasan tentang reward itu maka kejadian seperti di atas mungkin tidak terjadi. reward dapat juga berupa pujian, dan sanjungan serta sikap yang memberikan kesan kepada siswa bahwa seluruh karyanya dihargai oleh guru dan orangtuanya.

hukuman yang tidak relevan
Sebaliknya guru dan orangtua sangat asyik dan suka dalam memberikan punishmen kepada anak, sehingga kesalahan sekecil apa pun guru dan orang tua tidak ketinggalan dalam memberikan hukuman. Contohnya : Siswa yang selalu datang tepat waktu ke sekolah tidak mendapat reward 'apa-apa', akan tetapi ketika anak itu satu hari terlambat langsung dikenakan hukuman. ini disebabkan para orangtua terlalu banyak berharap kepada anak tanpa melihat kenyataan pada diri mereka, bukankah apabila anak itu melakukan kesalahan adalah akibat kegagalan guru dan orangtua dalam mendidik anak? lalu kenapa selalu menyalahkan anak? dan tidak pernah menyalahkan diri sendiri..??

akhirnya, melalui tulisan ini saya ingin menyampaikan kepada seluruh pendidik baik guru maupun orangtua agar kembali kepada tugasnya yang mulia. adillah terhadap anak, objektiflah dalam melihat sesuatu pada diri anak, karena baik dan buruknya anak adalah tolok ukur berhasil dan gagalnya orangtua dan guru dalam mendidik anak.


Jumat, 21 Januari 2011

Menjadi Manusia Terbaik

Semua orang tanpa terkecuali menginginkan dirinya menjadi yang terbaik dari yang lainnya, dan juga ingin mendapat yang terbaik untuk dirinya. Allah Swt menjelaskan dalam surat Ali Imran ayat 112 bahwa ada tiga unsur yang harus dipenuhi untuk menjadi manusia terbaik.
" Kuntum khoira ummatin ukhrijat linnaasi ta'muruuna bil ma'ruf watnhauna anil munkar watu'minuuna billah"
(kamu adalah ummat terbaik yang diutus kepada manusia, yang menyuruh kepada kebaikan, mencegah dari kemungkaran dan beriman kepada Allah).
Dari ayat di atas dapat kita simpulkan bahwa ada tiga unsur yang harus dipenuhi untuk menjadi manusia terbaik, yaitu :

1. Ta'muruuna bil ma'ruuf. yaitu menyuruh kepada kebaikan. 
Tugas pertama kita adalah menyuruh manusia kepada kebaikan secara kontiniu dengan segala macam cara, baik dengan lisan, tulisan, maupun dengan perbuatan, tentu sebelum menyuruh orang kita harus terlebih dahulu mengerjakan kebaikan itu. orang tidak akan mau diajak untuk bersedekah manakala kita sendiri dikenal sebagai orang yang kikir. oleh karena itu etika dalam menyuruh orang berbuat baik, kita harus memperbaiki diri kita sendiri dahulu. di dalam ayat lain Allah berfirman : "yaa ayyuhal ladziina aamanuu quu anfusakum wa ahliikum naroo..." (hai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...). nah sekali lagi bahwa sebelum menyuruh orang kepada kebaikan terlebih dahulu kita pastikan bahwa kita sudah melakukan kebaikan itu.

2. Tanhauna 'anil munkar. yaitu mencegah atu melarang dari kemungkaran. 
Tugas kedua ini jauh lebih sulit dari yang pertama, oleh karena itu nilainya pun lebih tinggi. Bisa jadi Polisi yang mati-matian memberantas kejahatan, seperti perjudian, minum khomar, prostitusi dan sebagainya lebih mulia dibandingkan dengan seorang ustad yang hanya berceramah dibelakang podium. Penjahat tidak akan marah apabila kita ajak kepada kebaikan, namun, dia akan murka apabila kita mencoba melarang atau mencegah dia dari perbuatan kejahatannya. maka oleh karena itu tugas yang kedua ini nilainya lebih tinggi dari tugas yang pertama dikarenakan ini mengandung risiko yang lebih berat. dalam mencegah kemungkaran Nabi menjelaskan : man ro a minkum munkaron falyughoyyir biyadihi, fainlam yastati' fabilisanih, wainlam yastati' pabilisanih wainlam yastati' fabiqolbih, wa dzaalika adh'aful iimaan" (siapa saja yang melihat kemungkaran maka hendaklah ia berantas degan tangganya/kekuasaannya, apabila tidak mampu dengan lisan/menasehatinya apabila tidak mampu dengan hatinya/membeci kemungkaran itu, dan inilah selemah-lemah iman.
dari hadis di atas nampaklah bagi kita bahwa tindakan melawan kemungkaran itu ada tiga :
  1. Tindakan melalui kekuasaan. seperti menutup fasilitas-fasilitas kejahatan itu sendiri, dan tentu ini hanya mampu dilaksanakan oleh pihak yang berwenang seperti pemerintah, penegak hukum dll. begitu juga orang tua terhadap anaknya berhak memukulnya apabila dianggap sudah patut dipukul.
  2. Tindakan melalui peringatan lisan. seperti memberi nasehat kepada sipelaku, unjuk rasa dsb, tentu ini bisa dilakukan oleh siapa pun.
  3. Tindakan dengan hati yaitu dengan membenci perbuatannya. dan inilah selemah-lemah iman. maka apabila kita sudah tidak benci kepada kemunkaran itu berarti kita sudah tidak memiliki iman lagi.
3. Tu'minuuna billaah. yaitu beriman kepada Allah. 
Tugas yang ketiga Adalah : dalam menjalankan amar ma;ruuf nahi munkar haruslah didasari dengan niat yang tulus karena keimanan kepada Allah. Ustad yang sering menasehati ummat manusia, berceramah menyeru kepada kebaikan tidak akan mendapat nilai apa pun manakala dia melakukukannya bukan didasarkan Iman kepada Allah. Begitu juga seorang polisi atau pejabat pemberantas kejahatan tidak akan ada nilainya di mata Allah apabila mereka melakukannya hanya sekedar dikarenakan tuntutan jabatannya tidak dikarenakan keimanan kepada Allah Swt. oleh karena itu, tugas yang ketiga inilah yang paling sulit dari ketiga tugas itu. karena disini kita melawan syetan dan hawa nafsu yang tidak bisa kita lihat, yang setiap saat menyerang kita dengan segala kelicikannya.

Sebagai kesimpulan : janganlah kita sesekali mengkalaim diri kita yang paling baik manakala tugas yang tiga itu belum kita lakukan secara berkesinambungan.

wallohu a'lam

oleh :
Muzanni Lubis, S.Pd.I